ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT SPACEPromote your brand on SocialoudReach readers with a focused editorial placement.
Beranda/FIlm

Jenna Ortega Ungkap Perjuangan Melawan OCD Sejak Usia 7 Tahun, Punya Ritual yang Sulit Ditinggalkan

Jenna_Ortega-63799_(cropped)
Jenna Oretag - Wikipedia


 

Socialoud.Id - Aktris Hollywood Jenna Ortega kembali menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman pribadinya dalam menghadapi Obsessive-Compulsive Disorder(OCD), gangguan mental yang telah ia rasakan sejak masih kecil. Pemeran Wednesday Addams dalam serial Wednesdaytersebut mengungkapkan bahwa dirinya mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan cara pikirnya ketika berusia tujuh tahun.

Dalam wawancaranya dengan Vogue yang diterbitkan pada 22 Oktober 2026, Jenna menceritakan bagaimana dirinya terbiasa bangun lebih pagi daripada saudara-saudaranya untuk menjalankan rutinitas tertentu sebelum berangkat sekolah. Ia merasa harus membuka seprai dengan cara tertentu, membuka laci melalui urutan yang spesifik, hingga menyisir rambut secara perlahan. Saat itu, ia belum sepenuhnya memahami mengapa dirinya merasa perlu melakukan hal-hal tersebut dengan cara yang sama berulang kali.

Seiring bertambahnya usia, Jenna mulai memahami bahwa kebiasaan tersebut berkaitan dengan OCD yang masih memengaruhi kehidupannya hingga sekarang. Ia mengungkapkan bahwa dorongan untuk melakukan ritual tertentu cenderung semakin terasa ketika dirinya sedang cemas, kelelahan, atau mengalami jet lag setelah bepergian jauh.

Bahkan, beberapa kebiasaan tersebut masih ia lakukan dalam aktivitas sehari-hari. Jenna mengaku terkadang harus mengucapkan frasa tertentu sebanyak jumlah yang sudah ditentukan, memasuki lokasi syuting dengan kaki kiri terlebih dahulu, hingga menahan napas sambil menghitung sampai angka 71.

Bagi orang lain, kebiasaan tersebut mungkin terdengar tidak biasa. Namun, pengalaman Jenna menunjukkan bahwa dorongan berulang yang dialami seseorang dengan OCD bukan sekadar kebiasaan unik yang bisa begitu saja dihentikan. Kondisi ini dapat melibatkan pikiran yang mengganggu dan dorongan melakukan tindakan tertentu untuk mengurangi kecemasan atau tekanan yang dirasakan.

Jenna juga bercerita bahwa dirinya pernah menjalani terapi dan mencoba pengobatan untuk membantu mengelola kondisinya. Salah satu pendekatan yang menurutnya membantu mengurangi tekanan adalah mencoba memandang ritual OCD tersebut seperti sebuah permainan. Cara ini membantunya menghadapi pengalaman tersebut dengan tekanan yang terasa lebih ringan, meskipun bukan berarti OCD bisa hilang begitu saja.

Menariknya, dunia akting juga memberikan pengalaman tersendiri bagi Jenna. Meski pekerjaan sebagai aktris terkadang memicu stres, ia merasa aktivitas di depan kamera dapat membantunya berfokus pada hal yang sedang dilakukan. Ketika kamera mulai merekam, ia harus berkonsentrasi pada adegan dan mengatur napas, sehingga perhatiannya beralih ke pekerjaannya.

Pengakuan Jenna ini kembali membuka pembicaraan mengenai kesehatan mental, terutama OCD yang masih sering disalahpahami sebagai sekadar kebiasaan perfeksionis atau keinginan agar segala sesuatu terlihat rapi. Padahal, OCD dapat menimbulkan tekanan yang nyata dan memengaruhi aktivitas sehari-hari seseorang.

Dengan membagikan pengalamannya secara terbuka, Jenna memberikan gambaran tentang tantangan yang ia hadapi selama bertahun-tahun. Kisahnya juga menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan mental tidak selalu terlihat dari luar, bahkan pada seseorang yang tampak sukses dan percaya diri di hadapan publik.

BagikanBagikan berita ini ke teman Anda

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy