
Socialoud.Id - Aktris sekaligus penyanyi Sherina Munaf kembali mencuri perhatian lewat peran terbarunya dalam film Filosofi Teras. Kali ini, Sherina memerankan Nea, seorang perempuan yang harus menghadapi beratnya tanggung jawab keluarga sekaligus kekhawatiran kehilangan pekerjaan. Menariknya, demi menghidupkan karakter tersebut, Sherina memilih untuk menjadi “gelas kosong” dan menyingkirkan sementara pemahamannya sendiri tentang filosofi Stoisisme.
Film Filosofi Terasmerupakan adaptasi dari buku populer karya Henry Manampiring yang membahas filosofi Stoisisme atau cara berpikir untuk menghadapi kehidupan dengan lebih bijaksana. Namun, bagi Sherina, memerankan Nea bukan sekadar menerapkan teori yang sudah ia ketahui. Ia justru ingin memahami perjalanan hidup karakter tersebut dari awal, tanpa terlalu dipengaruhi oleh pengetahuannya sendiri.
Dalam konferensi pers pada Selasa (27/10/2026), Sherina mengungkapkan bahwa ia sengaja menjaga jarak dari pemahamannya tentang Stoisisme setelah membaca naskah film. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut merupakan bagian dari perjalanan Nea yang harus berkembang secara alami sepanjang cerita.
Pendekatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sherina. Nea digambarkan sebagai anak perempuan tertua yang menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia. Di tengah tanggung jawab tersebut, ia juga harus menghadapi ancaman kehilangan pekerjaan, sebuah situasi yang terasa dekat dengan realitas banyak orang saat ini.
Bagi Sherina, tantangan emosional dalam film ini bukan berarti ia belum pernah merasakan kesedihan. Ia menjelaskan bahwa yang menjadi tantangan adalah bagaimana menampilkan emosi tersebut secara jujur di depan kamera sehingga penonton bisa merasakan beban yang dialami karakternya.
Proses pendalaman karakter itu juga terbantu oleh rekan-rekan pemain yang terbuka untuk berdiskusi selama proses produksi. Sherina merasa interaksi dan pertukaran gagasan dengan para pemain lainnya membantunya menemukan pemahaman baru tentang Nea.
Menariknya, pengalaman ini tidak hanya menjadi proses belajar bagi Sherina sebagai aktor, tetapi juga memberinya kesempatan untuk melihat kembali prinsip-prinsip Stoisisme melalui sudut pandang yang berbeda. Ia menganggap peran tersebut sebagai pengalaman yang membuka wawasan dan memberikan pelajaran baru tentang kehidupan.
Lewat film ini, penonton diajak melihat bahwa menghadapi masalah bukan berarti seseorang harus selalu terlihat kuat. Ada proses panjang untuk memahami emosi, menerima keadaan, dan menemukan cara untuk terus melangkah.
Lantas, apakah film Filosofi Terasbisa menghadirkan gambaran tentang Stoisisme yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Penampilan Sherina sebagai Nea tentu menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan.



Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *