
Socialoud - Id Memerankan dua karakter dalam satu film tentu bukan perkara mudah. Aktor harus mampu menghadirkan kepribadian, cara bicara, hingga ekspresi yang berbeda agar penonton bisa mengenali masing-masing tokoh. Tantangan inilah yang dihadapi Endy Arfian dalam film komedi keluarga terbaru berjudul Kembar Tak Sama.
Dalam film garapan sutradara Damar Rizal Marzuki tersebut, Endy dipercaya memerankan dua karakter sekaligus, yaitu Bimo dan Raka. Meski memiliki wajah yang sama karena diperankan oleh satu aktor, keduanya mempunyai kepribadian dan latar belakang keluarga yang berbeda.
Bimo digambarkan sebagai sosok yang ekstrover, santai, mudah bergaul, dan berani mengungkapkan pendapat. Sebaliknya, Raka memiliki pembawaan yang lebih kalem, pendiam, serta tidak mudah terbuka kepada orang lain. Perbedaan ini membuat Endy harus benar-benar memahami karakter masing-masing agar tidak terlihat seperti memerankan orang yang sama dengan kepribadian berbeda tipis.
Menariknya, Endy ternyata memiliki cara yang cukup unik untuk membedakan kedua tokoh tersebut. Tak hanya mempelajari ekspresi wajah, gestur, dan gaya bicara, ia bahkan membeli beberapa parfum dengan aroma berbeda untuk membangun identitas Bimo dan Raka.
Ide penggunaan parfum tersebut berasal dari lawan mainnya, Mahatva Zakie. Endy kemudian mencoba menjadikan aroma sebagai salah satu penanda yang membantunya memasuki karakter yang sedang diperankan. Menurut penjelasannya, Raka memiliki aroma yang lebih menyengat, sedangkan Bimo dibangun dengan pendekatan yang berbeda sesuai latar belakangnya.
Bagi sebagian orang, parfum mungkin hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan. Namun, bagi seorang aktor, detail kecil seperti aroma ternyata bisa menjadi bagian dari proses pendalaman karakter. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa membangun tokoh dalam film tidak selalu berhenti pada penampilan yang terlihat di depan kamera.
Tantangan Endy juga semakin besar ketika harus berpindah dari satu karakter ke karakter lainnya tanpa jeda dalam adegan tertentu. Ia perlu menyesuaikan pembawaan dan respons dengan cepat agar perbedaan Bimo dan Raka tetap terasa jelas. Bahkan, ia mengaku proses tersebut cukup menguras energi karena harus menjaga konsistensi kedua karakter selama pengambilan gambar.
Sementara itu, Kembar Tak Sama mengangkat kisah keluarga yang dibalut komedi. Ceritanya berpusat pada Bimo dan Doni, dua saudara kembar yang justru tidak memiliki kemiripan fisik maupun sifat. Konflik berkembang ketika Raka, seorang mahasiswa film yang memiliki wajah identik dengan Bimo meski tidak memiliki hubungan keluarga dengannya, muncul dalam kehidupan mereka.
Film produksi MBK Productions bersama Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini dijadwalkan menjalani proses pengambilan gambar mulai 27 Oktober 2026 dan direncanakan tayang di bioskop Indonesia pada 2027.
Lewat proyek ini, Endy menunjukkan bahwa memainkan dua karakter sekaligus membutuhkan lebih dari sekadar perubahan penampilan. Ada proses panjang untuk memahami cara berpikir, kebiasaan, dan emosi setiap tokoh agar keduanya terasa seperti individu yang benar-benar berbeda.



Để lại bình luận
Địa chỉ email của bạn sẽ không được công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *