ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT SPACEPromote your brand on SocialoudReach readers with a focused editorial placement.
Beranda/News

Asap Karhutla Indonesia Selimuti Singapura, Kualitas Udara Memburuk Jelang F1 Grand Prix

005122700_1791544518-CARLOS
 


SINGAPURA — Kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menjadi perhatian menjelang gelaran Formula 1 Grand Prix Singapura akhir pekan ini. Kualitas udara di sejumlah wilayah negara tersebut dilaporkan masuk kategori tidak sehat.

Mengutip laporan media setempat, Jumat (9/10/2026), Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyatakan indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam di lima wilayah Singapura telah melampaui ambang batas tidak sehat.

Angka PSI dilaporkan berada pada kisaran 101 hingga 160. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap dampak polusi udara bagi kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Situasi tersebut terjadi sehari sebelum rangkaian Grand Prix Singapura dimulai. Di tengah memburuknya kualitas udara, otoritas terkait terus memantau perkembangan kabut asap dan menyiapkan langkah antisipasi.

FIA Pantau Kondisi Udara, Balapan Diperkirakan Tetap Berlangsung

Federasi Automobil Internasional (FIA) menyatakan kondisi udara di Singapura terus dipantau oleh otoritas setempat. Sejumlah langkah darurat juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi.

“ Tingkat kualitas udara terus dipantau oleh otoritas setempat yang berwenang, dan langkah-langkah penanganan darurat yang tepat telah disiapkan,” kata juru bicara FIA.

FIA tidak menetapkan ambang batas khusus yang secara otomatis menghentikan kegiatan hiburan atau aktivitas luar ruangan lainnya. Keputusan mengenai pembatasan kegiatan akan mengikuti rekomendasi otoritas setempat.

Pihak FIA juga menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh tim Formula 1 selama Grand Prix Singapura.

Sementara itu, Singapore Tourism Board (STB) mengatakan telah menyiapkan sejumlah rencana kontingensi. Antisipasi tersebut mencakup akses bantuan medis serta penyediaan masker N95 di lokasi acara apabila dibutuhkan.

Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan dalam persiapan tersebut. Pada Grand Prix Singapura 2019, ketika kualitas udara juga berada dalam kategori tidak sehat, pos pertolongan pertama disiagakan dan masker N95 disediakan bagi penonton yang membutuhkan.

Angin Berpotensi Membawa Kabut Asap ke Singapura

Badan lingkungan Singapura memperingatkan bahwa angin dari arah tenggara hingga selatan berpotensi membawa kabut asap dari wilayah sumber menuju negara tersebut.

Asap dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatra dan Kalimantan. Pergerakan angin dapat membawa partikel polusi melintasi perbatasan dan memengaruhi kualitas udara di negara tetangga.

Di sejumlah wilayah bagian barat dan tengah Singapura, konsentrasi partikel halus PM2.5 per jam dilaporkan mencapai sekitar 150 mikrogram per meter kubik, bahkan sempat melampaui angka tersebut.

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan terhadap partikel ini menjadi perhatian terutama ketika konsentrasinya meningkat.

Carlos Sainz Soroti Polusi Udara

Pembalap Williams, Carlos Sainz, turut menanggapi kondisi udara di Singapura menjelang balapan.

Dikutip dari laporan RacingNews365, pembalap asal Spanyol itu mengatakan telah mengikuti perkembangan situasi dan menilai polusi akibat kebakaran di Indonesia membuat kondisi udara tidak ideal untuk dihirup.

“Saya sudah membaca sedikit mengenai situasi ini. Rasanya tempat ini bukan lokasi paling sehat untuk bernapas saat ini, mengingat banyaknya polusi akibat kebakaran di Indonesia,” ujar Sainz.

Ia mengatakan keputusan untuk beraktivitas di luar ruangan harus mengikuti arahan otoritas setempat. Menurutnya, keselamatan tetap menjadi pertimbangan penting dalam menghadapi situasi tersebut.

Sainz juga menyinggung paparan gas buang yang menjadi bagian dari olahraga balap mobil. Namun, ia membedakan kondisi tersebut dengan persoalan kabut asap yang sedang menyelimuti Singapura.

Penyelenggara Siapkan Langkah Antisipasi

Kondisi kabut asap diperkirakan masih berpotensi berlanjut selama akhir pekan balapan. Karena itu, penyelenggara dan otoritas setempat terus memantau kualitas udara serta menyiapkan dukungan medis jika diperlukan.

Informasi mengenai PSI dan imbauan kesehatan juga dapat disampaikan melalui saluran informasi resmi Grand Prix, termasuk situs web, aplikasi, dan layar di area sirkuit.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, balapan Formula 1 Singapura masih dijadwalkan berlangsung. Namun, kemungkinan pembatasan terhadap kegiatan luar ruangan lainnya tetap bergantung pada perkembangan kualitas udara dan rekomendasi otoritas setempat.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan dapat meluas hingga ke negara tetangga. Kabut asap bukan hanya persoalan wilayah yang terbakar, tetapi juga ancaman kualitas udara lintas negara.

BagikanBagikan berita ini ke teman Anda

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *

سيتم تحسين تجربتك على هذا الموقع من خلال السماح بملفات تعريف الارتباط سياسة ملفات تعريف الارتباط