ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT SPACEPromote your brand on SocialoudReach readers with a focused editorial placement.
Beranda/News

TEMUAN JENAZAH DI PERAIRAN ENGGANO DIPASTIKAN JASAD SURAKMAN, ABK KAPAL 5 JURNALIS

Screenshot 2026-09-23 at 14.36.05
Konferensi Pers Polda Banten


 

Surakman ditemukan pada Sabtu (12/9/2026) atau hari kelima operasi pencarian. Jasad tersebut ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Saat pertama ditemukan, jasad Surakman belum diketahui identitasnya dan sempat dicatat sebagai Mr X. Proses identifikasi kemudian dilakukan melalui pemeriksaan Disaster Victim Identification (DVI) dengan mencocokkan data antemortem dan postmortem serta sampel DNA keluarga.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan hasil pemeriksaan memastikan jasad tersebut merupakan Surakman. Jenazah sebelumnya telah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk proses identifikasi.

Rencananya, jenazah Surakman akan diterbangkan ke Banten pada Kamis (24/9/2026) melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapal Bawa Lima Jurnalis

KM Arupadhatu 1 berangkat dari Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026). Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak saat berada di kawasan Selat Sunda ketika membawa lima jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain Surakman, kapal tersebut membawa Warta (55) sebagai nakhoda dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Sementara lima jurnalis yang berada di kapal tersebut yakni M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews.id), Firman atau Daus (Anadolu Agency), serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Operasi SAR Ditutup

Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang awak kapal berlangsung selama 10 hari sebelum resmi ditutup pada Kamis (17/9/2026).

Dalam operasi tersebut, tim SAR belum menemukan kapal KM Arupadhatu 1 maupun penumpang lainnya. Penemuan jasad Surakman menjadi perkembangan terbaru dalam pencarian tersebut.

Sebelumnya, keluarga dan rekan-rekan para jurnalis juga menggelar tabur bunga di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau pada Jumat (18/9/2026) sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi para korban.

Hingga saat ini, Surakman menjadi satu-satunya korban dari delapan orang di kapal yang telah berhasil diidentifikasi setelah ditemukan, sementara tujuh orang lainnya masih dalam pencarian.

BagikanBagikan berita ini ke teman Anda

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *

سيتم تحسين تجربتك على هذا الموقع من خلال السماح بملفات تعريف الارتباط سياسة ملفات تعريف الارتباط