ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT SPACEPromote your brand on SocialoudReach readers with a focused editorial placement.
Beranda

BEM UI dan Komite SADAR Gelar Aksi #IndonesiaSadar di Bundaran HI, Bawa Simbol Tiga Jari

4079561545
 


 

JAKARTA, SOCIALOUD.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) menggelar aksi bertajuk #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Aksi tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Melalui seruan aksi, penyelenggara mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan kebangsaan.

Ajakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa. Sejumlah kelompok masyarakat seperti buruh, petani, tenaga kesehatan, pekerja transportasi, pelaku usaha, seniman, hingga kelompok masyarakat lainnya turut disebut dalam seruan aksi.

Libatkan Berbagai Kelompok Masyarakat

Aksi #IndonesiaSadar membawa gagasan partisipasi yang lebih luas dengan mengajak berbagai kelompok profesi dan komunitas untuk menyampaikan aspirasi.

Kelompok pekerja yang disebut antara lain buruh pabrik, karyawan swasta, pegawai negeri sipil, pekerja lepas, pekerja tambang, hingga tenaga kebersihan.

Dari sektor pangan dan usaha, seruan tersebut mencakup petani, nelayan, peternak, pedagang pasar, pedagang kaki lima, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara dari sektor pendidikan dan kesehatan, kelompok yang diajak meliputi guru, dosen, mahasiswa, pelajar, dokter, perawat, bidan, dan apoteker.

Seruan juga menyebut pekerja sektor transportasi dan logistik, seperti pengemudi ojek daring, sopir angkutan umum, sopir bus, kurir ekspedisi, masinis, serta pekerja pelabuhan.

Tidak hanya itu, pekerja kreatif dan profesi lainnya seperti jurnalis, penulis, fotografer, musisi, pekerja seni, desainer grafis, programmer, peneliti, dan pengacara turut disebut dalam daftar kelompok yang diajak berpartisipasi.

Kelompok komunitas juga cukup beragam, mulai dari aktivis, ibu rumah tangga, penggemar K-pop, pencinta anime, cosplayer, gamer, komunitas motor, pesepeda, hingga kelompok pencinta alam.

Pekerja informal seperti tukang bangunan, penjahit, pemulung, tukang parkir, dan pekerja laundry serta masyarakat yang belum memiliki pekerjaan juga tercantum dalam seruan tersebut.

Simbol Tiga Jari Jadi Penanda Aksi

Selain seruan untuk turun ke jalan, salam tiga jari atau three-finger salute menjadi salah satu simbol yang digunakan dalam gerakan #IndonesiaSadar.

Simbol tersebut dikenal luas melalui waralaba film The Hunger Games. Dalam cerita tersebut, salam tiga jari digunakan sebagai tanda penghormatan, rasa terima kasih, dan perpisahan, sebelum kemudian berkembang menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan otoriter.

Penggunaan simbol tiga jari kemudian muncul dalam sejumlah gerakan protes di dunia nyata. Salah satunya terlihat dalam aksi demonstrasi di Thailand setelah kudeta militer pada 2014 dan kembali digunakan dalam gerakan pro-demokrasi pada 2020.

Dalam konteks aksi #IndonesiaSadar, simbol tersebut digunakan sebagai penanda visual solidaritas sekaligus kritik politik yang disampaikan para peserta aksi.

Gestur tiga jari juga dapat menjadi simbol yang menyatukan peserta dari berbagai latar belakang. Dengan satu gerakan sederhana, peserta aksi dapat menunjukkan keterlibatan dan solidaritas terhadap pesan yang dibawa gerakan.

Penggunaan simbol tersebut juga memperlihatkan bagaimana budaya populer dapat diadaptasi menjadi bahasa visual dalam gerakan sosial dan politik.

Kritik dan Seruan Perubahan

Aksi #IndonesiaSadar membawa pesan kritik terhadap pemerintah. Penyelenggara menyerukan agar masyarakat menyampaikan penolakan terhadap penindasan dan kebijakan yang dinilai tidak adil serta mendorong perubahan.

Simbol tiga jari dalam aksi tersebut menjadi bagian dari cara peserta menyampaikan kritik dan solidaritas tanpa harus bergantung pada pesan verbal.

Dengan melibatkan kelompok masyarakat yang lebih luas, aksi #IndonesiaSadar juga menempatkan persoalan kebangsaan sebagai isu yang tidak hanya menjadi perhatian mahasiswa atau kelompok aktivis.

Aksi yang digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu menjadi ruang bagi berbagai kelompok untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap isu-isu yang mereka anggap penting

BagikanBagikan berita ini ke teman Anda

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول المطلوبة مشار إليها بـ *

سيتم تحسين تجربتك على هذا الموقع من خلال السماح بملفات تعريف الارتباط سياسة ملفات تعريف الارتباط