ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT SPACEPromote your brand on SocialoudReach readers with a focused editorial placement.
Beranda/Tebo

ANAK GAJAH MATI DI KONSESI PT LAJ, GAKKUM DALAMI DUGAAN KEMATIAN

bayi-gajah-mati-di-tebo-03102026
 


Seekor anak gajah Sumatera ditemukan mati di dalam lubang di areal konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Kabupaten Tebo, Jambi. Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera kini menyelidiki penyebab kematian satwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam perlindungan satwa liar.

Anak gajah berjenis kelamin jantan itu diperkirakan berusia kurang dari dua tahun. Kematian satwa pertama kali diketahui petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi pada akhir Agustus 2026.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah pihak, anak gajah tersebut ditemukan berada di dalam sebuah lubang. Dokter hewan yang melakukan nekropsi menyebut satwa mengalami dehidrasi.

Hasil Pemeriksaan Laboratorium

BKSDA Jambi bersama Gakkum Kehutanan kemudian melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian.

Pemeriksaan terhadap Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) menunjukkan hasil negatif. Sementara itu, pemeriksaan lain masih dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai penyebab kematian.

Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera Hari Novianto mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium yang diterima tim tidak menemukan kandungan racun pada sampel yang diuji.

Meski demikian, hasil tersebut belum menutup proses penyelidikan.

“Tidak ditemukannya racun pada sampel bukan berarti pemeriksaan selesai. Kami masih mendalami bagaimana anak gajah ini bisa masuk ke lubang, kondisi lokasi saat kejadian, serta langkah pengamanan yang dilakukan terhadap satwa liar di areal tersebut,” kata Hari, Sabtu (3/10/2026).

Pagar Listrik Turut Didalami

Selain kondisi lubang tempat anak gajah ditemukan, tim juga mendalami kondisi areal konsesi dan berbagai faktor yang berpotensi membahayakan pergerakan gajah.

Keberadaan serta pengelolaan pagar listrik turut menjadi bagian dari pemeriksaan.

Gakkum Kehutanan masih mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan untuk memastikan rangkaian kejadian serta mendalami ada atau tidaknya kelalaian dalam perlindungan habitat dan keselamatan satwa liar.

Jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian, penanganan akan dilakukan sesuai kewenangan dan ketentuan hukum. Tim pengawasan Kementerian Kehutanan juga disiapkan untuk memeriksa kepatuhan PT LAJ sebagai pemegang perizinan.

BKSDA Belum Simpulkan Penyebab Kematian

Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung. BKSDA belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian karena sejumlah pemeriksaan laboratorium masih berjalan.

Hasil uji dari Institut Pertanian Bogor menunjukkan sampel negatif terhadap EEHV. Namun, pemeriksaan histopatologi awal dari Balai Besar Veteriner Bogor menemukan adanya zat asing yang tidak terdapat pada sumber makanan alami gajah.

BKSDA masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Balai Veteriner Bukittinggi untuk kemudian dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.

Bentang Alam Bukit Tigapuluh sendiri merupakan ruang jelajah gajah Sumatera yang sebagian wilayahnya berada di luar kawasan konservasi dan bersinggungan dengan areal yang dikelola berbagai pihak.

Karena itu, penyelidikan kematian anak gajah tersebut masih berlanjut untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menelusuri kemungkinan adanya kelalaian atau pelanggaran dalam perlindungan satwa di kawasan konsesi.

BagikanBagikan berita ini ke teman Anda

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy