ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT SPACEPromote your brand on SocialoudReach readers with a focused editorial placement.
Beranda/News

HARRY KANE RAIH BALLON D’OR 2026, KALAHKAN YAMAL DAN MBAPPE

6adfda60bf8b1
 


LONDON — Harry Kane akhirnya meraih penghargaan Ballon d’Or pertamanya setelah mengalahkan sejumlah pesaing kuat, termasuk Lamine Yamal dan Kylian Mbappe, dalam seremoni yang digelar di London, Inggris, Senin (26/10/2026).

Penghargaan tersebut menjadi pencapaian individu terbesar dalam karier penyerang Bayern Muenchen itu. Kane juga tercatat sebagai pemain Inggris pertama dalam 25 tahun terakhir yang memenangkan Ballon d’Or.

Kane meraih penghargaan tersebut berkat penampilan impresif sepanjang musim lalu. Ia mencetak 73 gol dalam 65 pertandingan bersama klub dan tim nasional.

Produktivitas tersebut turut membantu Bayern Muenchen meraih gelar ganda di kompetisi domestik Jerman.

Usai menerima penghargaan, Kane menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan setimnya di Bayern yang dinilainya memiliki peran besar dalam pencapaian tersebut.

“Tanpa kalian dan seluruh anggota tim, ini tidak akan mungkin terjadi. Cara kalian mendorong saya untuk terus berkembang dan bagaimana kita bersaing satu sama lain sangat berarti,” ujar Kane, dikutip dari AFP.

Perjalanan Panjang Kane Menuju Ballon d’Or

Ballon d’Or menjadi puncak dari perjalanan panjang Kane sebagai salah satu penyerang paling konsisten di Eropa.

Kane bergabung dengan Bayern Muenchen pada 2023 setelah menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Tottenham Hotspur.

Keputusan pindah ke Jerman sempat dianggap sebagai langkah berisiko. Namun, Kane justru menilai kepindahan tersebut menjadi bagian penting dalam upayanya berkembang sebagai pesepak bola.

“Pindah ke Bayern Muenchen merupakan langkah besar dalam karier saya. Beberapa orang melihatnya sebagai sebuah risiko, tetapi bagi saya, ini selalu tentang meningkatkan kemampuan dan melihat apakah saya bisa menjadi lebih baik bersama rekan setim, tim, dan klub,” kata Kane kepada AFP sebelum seremoni penghargaan.

Menurut Kane, bermain untuk Bayern membantunya mencapai level yang lebih tinggi.

Sebagai penyerang nomor sembilan Bayern dan Timnas Inggris, tuntutan untuk mencetak gol selalu melekat. Musim lalu, Kane mampu menjawab tuntutan tersebut dengan produktivitas yang luar biasa.

“Sebagai penyerang nomor sembilan untuk Bayern dan Inggris, Anda diharapkan mencetak gol. Bisa melakukannya sebanyak yang saya lakukan tahun lalu adalah sesuatu yang sangat saya banggakan,” ujarnya.

Dari Kegagalan Menuju Puncak

Perjalanan Kane menuju penghargaan tertinggi sepak bola dunia tidak selalu berjalan mulus. Bersama Tottenham Hotspur, Kane pernah merasakan kekalahan di final Liga Champions 2019 ketika menghadapi Liverpool. Bersama Timnas Inggris, ia juga dua kali merasakan pahitnya kekalahan di final Piala Eropa. Meski begitu, Kane terus mempertahankan konsistensinya sebagai pencetak gol.

Performa tersebut akhirnya membawanya ke panggung Ballon d’Or dan mengakhiri penantian panjang pemain Inggris untuk kembali memenangkan penghargaan tersebut.

Kane kini menyusul jejak Michael Owen, yang menjadi pemain Inggris terakhir yang memenangkan Ballon d’Or pada 2001.

Kemenangan Kane juga menegaskan perubahan besar dalam perjalanan kariernya. Dari penyerang Tottenham yang belum memiliki trofi utama di level klub, ia kini berdiri sebagai pemilik penghargaan individu tertinggi dalam sepak bola dunia.

 

BagikanBagikan berita ini ke teman Anda

Để lại bình luận

Địa chỉ email của bạn sẽ không được công khai. Các trường bắt buộc được đánh dấu *

Trải nghiệm của bạn trên trang web này sẽ được cải thiện bằng cách cho phép cookie Chính sách Cookie